Praktik Mindfulness dan 5 Manfaatnya Bagi Kesehatan
Mindfulness adalah praktek meditasi yang mampu melatih seseorang lebih memperhatikan lingkungan sekitar dan emosi dan menerimanya secara terbuka. Mindfulness diyakini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan fisik dan kesehatan mental.
Sejak adanya krisis ekonomi dunia sejak pandemi berakhir, aktivitas menjadi semakin terbatas, bahkan mempersulit seseorang atau lembaga dalam mencapai target yang telah ditentukan. Di sisi lain, krisis yang tak kunjung usai juga telah menjadi sumber stres dan kecemasan. Hal ini dikarenakan oleh tidak adanya kepastian kapan krisis berakhir, sehingga membuat seseorang cenderung lebih mudah cemas dan overthinking akan apa yang terjadi di masa depan.
Untuk mengurangi stres dan membuat Anda lebih tenang, ada banyak yang bisa Anda lakukan. Salah satu cara yang paling mudah adalah mempraktikkan mindfulness.
Mindfulness merupakan praktik memperhatikan keadaan saat ini dan menerimanya tanpa penilaian. Hidup dengan konsep mindfulness adalah hidup di saat ini dan membangkitkan kembali diri sendiri ke masa sekarang, daripada memikirkan masa lalu atau mengantisipasi masa depan. Menjadi mindful berarti mengamati dan melabeli pikiran dan perasaan secara lebih objektif. Oleh karena itu, mindfulness dinilai dapat menjadi cara yang efektif untuk menghindari kritik dari diri sendiri serta mengelola emosi yang sulit.
Mindfulness terdiri dari dua komponen utama: kesadaran dan penerimaan. Dilansir dari Psychology Today, kesadaran dalam konteks ini merupakan kemampuan untuk memusatkan perhatian pada proses dan pengalaman batin seseorang, seperti pengalaman saat ini. Sedangkan yang kedua, penerimaan adalah kemampuan untuk mengamati dan menerima bukan menilai atau menghindari aliran pemikiran tersebut.
Untuk mempelajari lebih lanjut seputar praktik mindfulness dan manfaatnya, berikut penjelasan lengkapnya yang bisa Anda simak.
5 Manfaat Praktik Mindfulness Bagi Kesehatan

Pada dasarnya, mindfulness berarti lebih awas dan peka terhadap kondisi sekitar, perasaan, emosi dan masalah yang dihadapi. Berikut beberapa manfaat utama yang dapat diberikan oleh mindfulness untuk kesehatan fisik dan mental Anda.
1. Mindfulness membantu meredakan stress dan memperbaiki kesehatan mental
Melakukan aktivitas fisik seperti meditasi dapat menambah adanya hormon endorfin di dalam tubuh. Hormon ini berperan penting dalam meredakan stres karena hormon ini merupakan penghilang rasa sakit alami yang dapat membuat tidur lebih nyenyak.
Secara ilmiah, metode mindfulness juga terbukti dapat menurunkan kadar hormon kortisol yang kerap muncul dalam jumlah banyak ketika sedang merasa tertekan atau stress. Peningkatan jumlah kortisol dalam tubuh dapat menimbulkan banyak efek berbahaya untuk tubuh. Salah satunya adalah peningkatan jumlah sitokin, yaitu protein yang menyebabkan peningkatan inflamasi di dalam tubuh. Bahan kimia ini biasanya memicu masalah kesehatan seperti gangguan tidur yang meningkatkan resiko terkena depresi dan kecemasan yang kerap menimbulkan pikiran negatif di dalam otak.
Tanpa disadari, praktik mindfulness dapat membantu Anda menjadi lebih sadar akan pikiran dan perasaan dan cara mengelola kedua hal tersebut dengan cara yang lebih positif. Hal ini dapat dapat mengurangi stress dan kecemasan secara signifikan, sehingga dinilai dapat mencegah berbagai macam penyakit mental seperti depresi, kecemasan atau PTSD.
2. Mindfulness mempermudah Anda mengendalikan emosi
Setiap manusia memiliki emosi dan sangatlah wajar untuk diekspresikan.
Dengan mementingkan kondisi diri kita dan lingkungan sekitar, praktik ini sangatlah berguna dalam membantu Anda mengendalikan emosi di dalam diri. Dengan lebih mempedulikan state of mind diri sendiri dan lingkungan sekitar, Anda akan merasa lebih tenang jika menghadapi masalah baru karena mindfulness membantu menstimulasi agar Anda berpikiran positif. Hal ini tentunya juga berimbas positif pada kinerja otak, sehingga Anda lebih mudah berkonsentrasi dan dapat mengedepankan logika daripada emosi ketika menghadapi masalah
Penelitian ilmiah di Amerika Serikat juga mendukung gagasan bahwa praktek mindfulness menurunkan reaksi emosional yang berlebihan pada manusia.
Dalam sebuah penelitian terhadap orang-orang yang memiliki latihan meditasi mindfulness selama satu bulan hingga 29 tahun, para peneliti menemukan bahwa latihan meditasi mindfulness membantu orang melepaskan diri dari gambar-gambar yang mengecewakan secara emosional, sehingga memungkinkan mereka untuk fokus lebih baik pada tugas kognitif dibandingkan dengan orang-orang yang melihat gambar-gambar tersebut. tetapi tidak bermeditasi.
3. Mindfulness meningkatkan kekebalan dan respon imun
Selain mempermudah manusia untuk mengontrol emosi, mindfulness juga dipercaya mampu menangkal penyakit dan infeksi. Berdasarkan hasil beberapa penelitian, telah ditunjukkan adanya peningkatan antibodi pada orang yang rutin mempraktekkan mindfulness dibandingkan dengan yang tidak melakukan sama sekali.
Dalam beberapa penelitian, meditasi mindfulness muncul untuk meningkatkan tingkat sel T atau aktivitas sel T pada pasien dengan HIV atau kanker payudara. Ini menunjukkan bahwa perhatian dapat berperan dalam memerangi kanker dan penyakit lain yang membutuhkan sel-sel kekebalan. Memang, pada orang yang menderita kanker, kesadaran muncul untuk meningkatkan berbagai biomarker yang mungkin menunjukkan perkembangan penyakit.
Perlu diingat pula, Anda juga perlu mengkombinasikannya dengan menjalani gaya hidup sehat lainnya jika ingin imun tetap terjaga.
4. Mindfulness memperlambat penurunan kognitif dari penuaan atau Alzheimer
Seiring dengan bertambahnya usia, orang cenderung akan kehilangan fleksibilitas kognitif dan ingatan jangka pendek. Akan tetapi, mindfulness diyakini mampu memperlambat penurunan kognitif, bahkan dengan penderita penyakit Alzheimer.
Dalam penelitian tahun 2016, orang dengan penyakit Alzheimer berpartisipasi dalam meditasi kesadaran, terapi stimulasi kognitif, pelatihan relaksasi, atau tanpa perawatan, dan diberi tes kognitif selama dua tahun. Sementara stimulasi kognitif dan pelatihan relaksasi tampaknya lebih bermanfaat dibandingkan dengan tanpa pengobatan. Kelompok dengan praktik mindfulness memiliki peningkatan yang jauh lebih kuat pada skor kognitif daripada kelompok lain.
Selain dari hasil penelitian tersebut, sebuah tinjauan sistematis dari New York Academy of Sciences juga menunjukkan bahwa mindfulness dapat mengurangi penurunan kognitif yang memiliki efek pada memori, perhatian, pemrosesan dan fungsi eksekutif dalam otak.
5. Mindfulness melancarkan peredaran darah dan meningkatkan kesehatan jantung
Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia. Berdasarkan informasi dari Katadata, penyakit jantung koroner memakan jutaan korban setiap harinya. Jadi, apapun yang dapat mengurangi resiko atau gejala penyakit jantung dapat memperbaiki kesehatan rakyat secara umum.
Berdasarkan beberapa penelitian ilmiah, praktik mindfulness dapat membantu meredakan gejala penyakit kardiovaskular.
Dalam satu penelitian di Amerika Serikat, orang dengan kondisi pre-hipertensi ditugaskan secara acak untuk meningkatkan perawatan rehabilitasi obat terlarang dengan kursus meditasi mindfulness atau program yang mengajarkan relaksasi otot progresif. Mereka yang belajar mindfulness memiliki penurunan tekanan darah diastolik dan sistolik yang lebih signifikan dibandingkan dengan mereka yang belajar relaksasi otot. Ini membuktikan bahwa mindfulness dapat membantu orang yang beresiko terkena penyakit jantung dengan menurunkan tekanan darah.
Selain itu ulasan terbaru dari American Heart Association juga menyimpulkan bahwa mindfulness dapat dijadikan terapi tambahan dalam proses pengobatan dan penyembuhan penyakit jantung koroner.
Tidak hanya untuk yang beresiko penyakit jantung, mindfulness juga secara efektif membantu menjaga kesehatan jantung bagi mereka yang memiliki riwayat jantung sehat. Penelitian menunjukkan bahwa dengan bermeditasi, Anda dapat menambahkan variasi alami dalam detak jantung saat bernafas. Ini menunjukkan kesehatan jantung yang lebih baik serta memperkecil peluang Anda dari risiko terkena serangan jantung.
Cara Menerapkan Mindfulness di Kehidupan Sehari-Hari

Setelah melihat adanya banyak manfaat dari praktek mindfulness, bisa dikatakan bahwa praktik ini dapat diaplikasikan untuk mengelola kesehatan mental di masa pandemi yang tak kunjung usai. Mengutip dari artikel PijarPsikologi, ada dua cara sederhana yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan mental, diantaranya:
Di kehidupan sehari-hari, penting bagi Anda untuk membiasakan diri untuk memiliki mindset hidup sepenuhnya di masa sekarang ini. Anda perlu percaya bahwa adanya kecemasan dan kekhawatiran merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, perlu digaris bawahi bahwa Anda tidak perlu mengkhawatirkan hal-hal yang sudah terjadi maupun hal-hal yang akan datang karena dua hal tersebut terjadi di luar kendali Anda.
Selain itu, penting juga bagi Anda untuk menerapkan positive thinking atau berpikir secara positif. Dalam bukunya yang berjudul “Emotional Intelligence”, psikolog Daniel Goleman menjelaskan “Orang yang berpandangan cerah cenderung memiliki kemampuan untuk bertahan dalam kesulitan, termasuk kesulitan medis.” Walaupun keadaan di luar sana sedang tidak baik-baik saja dikarenakan oleh pandemi, dengan pikiran yang positif, Anda lebih bisa menerima keadaan dan memberikan dampak lebih positif pada lingkungan sekitar.
Kesimpulan
Mindfulness merupakan praktik meditasi sederhana yang dapat membantu seseorang memfokuskan dirinya pada apa yang terjadi saat ini.
Praktik mindfulness telah dipercaya memiliki banyak manfaat untuk manusia secara psikis maupun psikologis. Tidak hanya membantu menyembuhkan stres penyakit mental, mindfulness juga telah terbukti dapat mengurangi risiko penyakit fisik seperti penyakit jantung atau alzheimer.
Hanya dengan berbekal mindset positif dan mengurangi overthinking akan masa lalu dan masa depan, mindfulness memiliki segudang manfaat dapat Anda rasakan dalam waktu singkat. Manfaatnya akan semakin berlimpah jika Anda menerapkan mindfulness secara rutin seiring berjalannya waktu.
Jadi, tetap semangat ya untuk menjalani hidup dengan pikiran lebih sehat. Fighting!
